Tak Sudi

1122 Words

"Mas Ahmad kan meninggal karena dia!" ucap Rania dengan nada yang sedikit tinggi dan ketus. Amarahnya mendadak membuncah. Dan orang yang menjadi penyebab musibah itu kini justru memperlakukannya seolah ia tidak berarti dan buruk. Padahal, ia adalah istri dari korban. Wanita yang kehilangan segalanya dalam sekejap. Tanpa Rania sadari, di luar kamar, seorang pria duduk di atas kursi roda dengan tubuh yang masih belum sepenuhnya pulih, Fandy mendengar setiap kata yang terlontar dari mulutnya. Telinganya panas. Dadanya sesak. Kedua tangannya yang terkulai di sisi kursi perlahan mengepal. Otot-otot tangannya menegang, rahangnya mengeras. "Kurang ajar!" umpatan itu keluar pelan dari mulut Fandy. Amarah di d**a mulai membara. Ia ingin masuk dan membela diri. Ia ingin mengatakan bahwa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD