Frederick membaca kertas yang baru saja diberikan padanya. Ia mengepalkan tangannya lalu menatap sosok Erick yang juga baru saja datang. 40 % bukanlah nominasi yang ia bayangkan sebelumnya, meski ia sendiri yang memancing perusahaan itu untuk berinvestasi. Jika saham mereka mencari setengah, maka. Bruk--Frederick membanting benda yang ada di depannya. Ia berdiri Bruk--- ia meninju wajah Erick. Tanpa memberi kesempatan pada lelaki itu untuk menahan serangannya, Frederick terus menyerangnya. “Bodoh….kau benar-benar tidak berguna. Sialan, mati kau!” Bruk...Bruk...Bruk...Frederick tetap meninju wajah Erick yang sudah jatuh tak berdaya di lantai. Erick benar-benar tidak siap dengan serangan dari Frederick yang terlalu tiba-tiba dan benar-benar tidak dia perkirakan sebelumnya. Erik ingin m

