Bab 10. Aneka Mimpi

1304 Words

Kenapa wajahmu sangat pucat? Kau juga kurus sekali. Apa kau tidak pernah makan? Berapa umurmu? Kamu punya banyak mainan? Mainan apa yang kau sukai? Kau mau bermain denganku?” Fiona bersembunyi di belakang kaki ibunya. Ia tidak tahu mengapa anak laki-laki yang memegang sebuah boneka jerapah di tangannya itu berbicara cepat sekali. Dia menatap Fiona dengan kepala dimiringkan, seolah-olah Fiona adalah sebuah benda yang perlu diamati dengan matanya yang ingin tahu itu. Marini menarik tangan Fiona pelan, membawanya ke depan. “Fio, ini tetangga baru kita. Tante Riris dan putranya—Elang. Ayo kenalan dulu.” Elang, anak laki-laki yang disebutkan namanya, mengulurkan tangan kepada Fiona yang juga mengulurkan tangan dengan takut-takut. Genggaman tangan Elang yang besar terasa hangat membungkus ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD