Bab 8.Teguran Keras

1146 Words

“Pulanglah. Kau tampak sangat berantakan sekarang. Pergi ke dokter dan istirahat dengan baik.” Elang mengusap-usap tengkuknya yang terasa linu. Apa sesuatu menimpanya? Mengapa tengkuknya terasa sakit? Ia mendongak dan menatap May berdiri di depannya, sambil melipat kedua tangan di d**a. Elang mencari sosok lain, tetapi tidak menemukan siapa pun. “Fiona?” tanya Elang pelan. “Dia tidur. Sepertinya dia agak demam dan mulai bersin-bersin,” ujar May. Ia duduk di sebelah Elang dan menghela napas. “Kau membuatnya sakit, Elang. Fiona sangat sensitif. Dia bereaksi negatif terhadap apa pun yang asing baginya. Kalau kau mendekati dia saat tubuhmu sedang tidak sehat, dia akan menjadi lebih sakit darimu.” Elang memandangi lantai di bawah kakinya dan suara May yang tajam menggema di dalam kepalanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD