Pernyataan Valeria yang menginginkan keluar dari rumah mereka bukanlah tanpa alasan. Valeria sudah tidak lagi memiliki alasan terus bersama lelaki pembohong seperti Erick. Apapun alasannya, pengkhianatan tetaplah menimbulkan mendalam bagi wanita itu. Seharusnya sejak awal Erick mengatakan yang sebenarnya kepada Valeria. Perihal marah atau tidak, akan lebih baik jika permasalahan ini segera dituntaskan sebelum menjamur seperti sekarang. Apa Valeria harus menunaikan amanat Yessinia untuk menjaga Aldrick? Apakah Valeria sanggup, menatap wajah sama persis dengan wajah suaminya. Wajah seorang anak hasil dari pengkhianatan suaminya sendiri. Sanggupkah Valeria memaafkan suaminya? "Rose, aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu," lirih Erick dengan matanya merah menahan sesak dalam sanubarinya.

