"Kenapa perut bisa besar kayak gini ya, kalo dipikir-pikir perut kan gak bisa ditarik." Al memegang dagunya sambil memperhatikan perut Aya yang sudah memasuki usia ke sembilan bulan. "Karena ada anaknya lah di dalem, pake ditanya." Sahut Rafa seraya memainkan ponselnya. "Artinya perempuan doang yang bisa buncit perutnya cuma karena ada anaknya?" "Hmm," "Laki-laki juga bisa buncit tuh, tinggal tunggu waktunya aja." Kata Al lagi dengan mata yang tertuju pada perut Rafa. Rafa ikut menatap perutnya yang rata lalu menatap Al, "gak akan buncit perut Papi." Telunjuk Rafa bergerak membantah ucapan Al. "Iya karena kamu lagi rajin olahraga, kalo udah tua nanti udah males pasti olahraga. Buncit deh tuh perut." Kata Aya. Rafa menggelengkan kepala membantah keras jika suatu saat nanti perutnya a

