23

1619 Words

Rafa berlari cukup cepat agar dapat menghentikan Aya yang juga tengah berlari di depannya, pasalnya perempuan itu sedang hamil. Bagaimana jika terjadi apa-apa? Bisa-bisa masalah yang ada akan makin parah lagi nanti. Aya masuk dengan tergesa-gesa ke dalam ruangan di mana Al berada. Ketika memasuki ruangan itu terlihat Al sedang berbaring dengan mata yang terpejam. Aya terduduk lemas di kursi yang sudah disediakan, mata Aya memperhatikan secara detail bagian tubuh anaknya. Terlihat bagian siku dan lutut Al sajalah yang diperban, selain itu baik-baik saja. Aya menyandarkan tubuhnya dengan mata yang berlinang, air mata Aya jatuh melihat Al membuka mata. "Udah dibilang jangan bawa motor masih aja dibawa!" Al yang baru saja sadar terdiam melihat bentakan Aya barusan. "Mami khawatir banget

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD