38

1343 Words

Hampir 30 menit lamanya Al berdiri di depan cermin untuk memperhatikan wajah serta pakaian yang tengah ia kenakan. Al terlihat begitu serius memperhatikannya dirinya. BRAK! Al tersentak kaget dan langsung memicingkan mata ke arah pintu kamar yang tertutup, tanpa membuka pintu tersebut Al sudah tahu siapa pelakunya. BRAK!! Kedua mata Al terpejam seraya menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya ia melangkah ke arah pintu. "Bisa gak sih diketok aja tanpa harus pake sendok masakan lu?" Agatha yang tinggi badannya hanya sebatas paha Al terpaksa mendongak memperhatikan Al yang terlihat kesal. "Tangan Atha sakit kalo ketok-ketok," "Ya tapi Abang sering jantungan, Tha." "Kan gak mati, gak papa dong." Al semakin kesal lagi dengan jawaban serta ekspresi wajah Agatha. "Sana-sana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD