16

1106 Words

"Gimana kalo semua hutang kamu saya lunasi? Gimana kalo perusahaan saya kamu yang nerusin?" "Gak usah Pi," Rafa menggelengkan kepala. Terlihat jelas raut wajah Aya berubah kecewa. Satu alis Nevan terangkat, "yakin gak usah?" Rafa mengangguk. "Berarti kamu nolak tawaran saya?" "Saya cuma ngerasa gak enak, lagian tawaran barusan terlalu berlebihan menurut saya." "Kamu ngerti maksud tawaran saya tadi?" "Sekedar mau bantu saya, saya ngerti." "Saya kasih kamu kesempatan," Rafa bungkam. "Jujur saja benci sama kamu, tapi kayaknya Aya juga belum siap pisah dari kamu." Secara terang-terangan Rafa langsung menatap Aya yang sedang menundukkan kepala. "Tapi saya..." "Bukan laki-laki yang baik? Gak ada laki-laki yang baik, semuanya pernah jahat termasuk saya. Tapi laki-laki yang gak baik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD