17

1042 Words

"Ya udah temuin Papi aku," "Bilang kita gak jadi ce..." "Jangan itu terus yang dibahas!" "Ya kan aku nanya," "Temuin aja sana Papi aku bilang kamu terima tawaran dia, keburu Papi aku berubah pikiran nanti." "Aku sendirian?" Aya menghela napas, "biar kamu ada ngomong lah sama Papi. Udah sana, sekalian jemput Al." Setelah hubungan mereka mulai membaik, Aya mulai cerewet dengan cara menyuruhnya ini itu tapi Rafa tidak kesal sedikitpun karena itu tidak seberapa dengan apa yang sudah ia buat pada Aya waktu itu. Rafa berbalik dan pergi, namun baru beberapa langkah Rafa kembali menghampiri Aya. "Temenin deh, perasaan aku gak enak." Kata Rafa sambil berjalan mendekati Aya. "Papi aku di kantor bukan di rumah, kamu bisa ngomong berdua sama Papi di ruangannya." Rafa malah diam di tempat ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD