Aluna mencium aroma makanan yang paling disukainya, yaitu steak daging sapi. Seketika saja kedua matanya langsung terbuka. Dan kamarnya tidak terlalu terang sebab lampunya digantikan oleh cahaya lilin. Di samping kamar tidurnya sudah ada meja kecil dan juga dua kursi, rupanya Arten menyiapkan makan malam romantis dengan minuman bir dan juga lilinlilin yang berbetuk hati. Paling mengejutkan lagi ada bunga mawar putih kesukaannya yang masih segar dan wangi. "Arten? " sapa Aluna ragu. "Kamu sudah bangun, ayo kemari, " ajak Arten tersenyum manis. Aluna menggigit lidahnya dan terasa sakit. Berarti semua ini bukanlah mimpi. "Arten, apa yang kamu lakukan? " tanya Aluna heran. "Ya makan malam bersamamu, besok aku sudah pulang, " jawab Arten tersenyum manis. Aluna langsung kaget dan

