Sekujur tubuh Aluna sangat lemas, dia ingin menyangkal jika lelaki yang sedang berdiri di depan tengah mengucapkan janji suci dengan wanita lain adalah suaminya sendiri. "Aku pasti salah lihat, aku yakin Januar tidak akan berbuat hal begitu, " gumam Aluna menangis. Aluna tidak ingin lari, masih menunggu dan ingin memastikan jika lelaki tersebut bukanlah Januar. Namun, setelah acara selesai dan satu persatu tamu undangan mengucapkan selamat. Arten mengajak Aluna untuk maju ke depan juga. "Arten, apa maksud kamu? " tanya Aluna. "Aku tidak bermaksud apa - apa, bukankah ini keinginan kamu yang mau melihat Januar? " balas Arten dengan wajah tanpa dosa. "Ini tidak mungkin, pasti ulah kamu yang menyewa seseorang yang mirip dengan Januar agar aku menyerah pada nya, " balas Aluna. "Ka

