59. Perjalanan Panjang

528 Words

Arten begitu terpana melihat kecantikan Alana, wanita tersebut memang memiliki daya tarik tinggi. Sungguh seperti berlian yang berkilauan dan tak ternilai harganya saking mahalnya. Seperti sebuah maha karya yang begitu sempurna. Arten memeluk Aluna dari belakang, kemudian mengecup tengkuk Aluna, seketika wanita itu terperanjat kaget. "Sudah sekian lama, reaksimu masih saja sensitif. Tetapi sungguh aku suka gayamu ini, " bisik Arten. "Arten, ayolah kita segera pergi menemui Januar, " pinta Aluna tidak sabar. Arten cemburu, tetapi mencoba sabar karena tidak mau kemarahannya itu nanti membahayakan Aluna. Apalagi saat ini Aluna tengah hamil dan harus benar - benar di jaga kesehatannya. "Sebentar, masih ada sesuatu yang kurang, " ujar Arten. Arten mengarahkan Aluna untuk duduk di ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD