58. Satu-satunya Wanita Arten

769 Words

Setelah Aluna terbangun, Arten menjadi salah tingkah dan seakan ingin memeluknya erat terus mengatakan jika Aluna hamil. Tetapi dia sadar, jika saat ini dirinya belum ada tempat dalam hati Aluna. Bukannya bahagia nanti wanita tersebut malah marah dan berniat menggugurkan kandungan. "Arten, ini dimana? Apakah aku masih hidup? " tanya Aluna lemah. Arten ingin tertawa, tapi berusaha bersikap dingin agar tidak dicurigai. "Kita sudah mati, dan sekarang berada di neraka. " Aluna menghela napas ketika dokter masuk ke dalam ruangan. "Kondisinya sudah stabil, mulai sekarang harus menjaga tubuh sebaik mungkin ya, karena... " Belum sempat dokter melanjutkan ucapannya sudah dipotong oleh Arten. "Bolehkah saya membawanya pulang? " tanya Arten. "Oh, sudah boleh." "Kalau begitu kami pulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD