Aluna sangat bingung dengan tingkah Artem, yang awalnya seolah hendak membunuhnya tetapi kini begitu lembut padanya. Di tepi pantai Aluna masih dalam gendongannya, Aluna memeluk leher Arten takut jika dilepaskan lagi. "Makanya lain kali jangan berani melawan aku, dan patuhlah! " kata Arten. Aluna tidak menjawab, tetapi dia hanya memejamkan mata. Kepalanya seolah berputar - putar saking menahan goncangan yang mengejutkan. Tenggorokan sakit, hidung sakit, dan kedua mata juga pedih. Aluna malu untuk menangis, pastinya dia hanya akan semakin diejek karena lemah dan tidak berdaya. Yah, dia memang sangat lemah sekali. Kemudian masih dalam pelukan Arten, Aluna memejamkan mata sejenak. "Aku lelah, biarkan aku istirahat, " batin Aluna. Aluna tidak peduli lagi, dia memeluk Arten lebih er

