Arten dan Aluna benar - benar sudah dimabukkan oleh kenikmatan surga duniawi, sampai tiba - tiba ponsel Arten berbunyi cukup keras. Seketika lelaki itu meraih ponsel tersebut. [Aku sudah sampai, kamu dimana? Waktu ku tidak banyak!] Aluna yang juga bisa mendengar suara Joe dari telepon langsung bangkit dan meraih switer. "Tuan, tolong selamatkan ibuku terlebih dahulu! " pinta Aluna memohon. Tentu saja Arten tidak tega melihat sosok Aluna yang begitu memelas. "Baiklah, " jawab Arten juga meraih kaosnya yang tergeletak di lantai. Biasanya Arten tidak akan mau memakai baju yang sudah jatuh di lantai walau bersih, tetapi sama halnya Aluna dia juga mencemaskan ibu dari gadis tersebut. Dalam perjalanan Aluna hanya memikirkan soal ibunya, sama sekali tidak teringat kejadian tadi yang

