Beberapa hari ini Arten disibukkan dengan pekerjaan berat yang hampir mengancam nyawa. Dan dalam sehari dia hanya bisa tidur selama dua jam saja. Tetapi Rasa lelah dan mengantuk tidak menyurutkan niatnya untuk bertemu dengan Aluna. Hatinya begitu rindu dan setiap detik seolah tidak pernah merasa tenang. "Cinta ini benar - benar menyiksa, dan bagaimana mungkin gadis lemah seperti dia bisa mempora-porandakan hidupku? " batin Arten. Di dalam helikopter Arten melihat suatu benda seperti teropong jenis terbaru. "Pain, ini milik siapa? " tanya Arten. "Milikku, Bos. Itu keluaran terbaru yang bisa melihat jarak jauh dalam keadaan siang dan malam, " jawab Pain sambil fokus mengemudikan helikopter nya. Kemudian Arten iseng mencoba, tanpa sengaja dia melihat sosok perempuan yang dia yakini

