48. Penyiksaan Terberat

1250 Words

Aluna sudah satu minggu berada di pulau terpencil, padahal kakinya baru saja sembuh tetapi dengan teganya Justin memanggil dirinya untuk ikut pelatihan. "Justin, apa kamu tega padaku? Aku baru saja bisa jalan, " rengek Aluna sambil menangis. Justin langsung merasa kasihan, sebab wajah Aluna yang imut tampak begitu memelas. "Tidak, itu hanya air mata buaya. Tampang nya saja kalem tetapi aslinya buas. Aku tidak boleh kalah darinya, " batin Justin kembali memasang wajah tegasnya. "Baik, karena kamu sedang sakit sekarang kamu cukup mencabut rumput saja. Aku punya peliharaan kuda di belakang rumah! " Aluna menundukkan kepalanya, percuma memohon pada Justin yang memiliki watak keras seperti Arten. Dengan menggunakan karung sebagai tempat rumput nanti, Aluna beneran mencabut rumput sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD