72. Cinta Tak Terbalas

551 Words

Ketika Aluna terbangun, Arten sudah tidak ada di sampingnya. Melainkan ada buah apel yang banyak, Aluna tersenyum pasti Arten yang memetik untuknya. Aluna menyunggingkan senyuman tatkala mengingat kejadian panas semalam, sungguh Aluna masih bisa merasakan getaran kenikmatan yang diberi oleh Arten. "Kenapa ini? Seolah aku mulai menyukainya, dan ketika aku membuka mata Arten tidak ada di sisiku aku merasa kehilangan. Ah, ini bukan aku. Aku sangat membenci Arten, pasti ini perasaan anakku yang merasa kehilangan ayahnya, " gumam Aluna tidak mau mengakuinya. Aluna langsung bangun dari tempat tidurnya, dia keluar kamar lalu mendapati Lili dan Shasa masih tidur. Dia menatap ke jam, rupanya masih pukul 4 pagi dan langit juga masih tampak gelap. Aluna mencari - cair ke kamar Pain, tapi juga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD