46. Perlawanan Aluna

1520 Words

Aluna sudah gemetar duluan melihat tebing yang begitu tinggi. Kini tinggal dua orang di depannya dialah yang akan mendapat giliran naik. Walaupun ada pengaman tetapi saja Aluna merasa ngeri. "Arten, kamu adalah orang yang paling aku benci. Jika bukan karena kamu hidupku tidak akan menyedihkan seperti ini, " umpat Aluna. "Hey, ini bukan giliran kamu berdongeng! Buruan pakai alat pengamannya! " tegur Justin. Aluna menatap Justin dengan wajah memelas. "Justin, aku takut ketinggian. Aku sungguh takut. Jika nanti aku pingsan di tengah tebing bagaimana? " "Pingsan ya pingsan saja, kan ada pengaman biar kamu menggantung di sana seperti bendera! " jawab Justin tanpa perasaan. Aluna tahu jika memohon pada Justin tidak akan berhasil. "Hey, kenapa kamu ini lemah dan manja sekali? Apa ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD