"Pak Erik, kami sudah mencari nya ke seluruh rumah ini tetap tak ketemu, tapi Pak Erik tenang saja kami akan segera menemukan Nona Anatasya secepat nya." Ucap seorang di sebarang telepon itu dengan cepat dan tegas. Erik segera mematikan sambungan telepon itu dengan cepat, kini wajah Erik berubah menjadi merah menahan rasa marah nya itu. Erik menggenggam setir mobil dengan kencang sambil meluapkan amarah nya pada setir mobil yang tak bersalah sama sekali itu. Erik bahkan memaki-maki dengan kata-k********r, selama jalanan Ibu kota masih mengalami kemacetan ini. Disisi lain Ranti yang sudah selesai bertugas kini sedang santai menikmati waktu istirahat nya yang bisa di hitung permenit nya itu, suara helaan napas yang berat dan letih terdengar dari bibir raum milik Ranti seolah-olah letih aka

