92. Surat Pengunduran Diri

1679 Words

"Tunggu aku, Anatasya.. aku akan segera menemukan mu." Ucap Erik cepat dengan wajah serius nya itu, menyalahkan dirinya sendiri karna telah berburuk sangka pada wanita yang selama ini ada di hati nya itu. Langkah kaki Ranti kini tepat berada di depan pintu ruangan Direktur Rumah Sakit Cahya Delapan, tak terasa kini ia sudah di panggil menghadap secara cepat karna berita tak benar itu. Ranti dengan pelan mengetuk pintu ruangan itu, dan kemudian ia pun segera melangkah masuk ke dalam ruangan setelah mendapat izin untuk memasuki nya. "Hormat saya, Pak Direktur." Ucap Ranti cepat dengan wajah yang tertunduk serta suara parau karna menahan tangisan yang sedari tadi ia bendung itu. "Tidak perlu sok hormat seperti itu di hadapan ku, Ranti." Ucap seorang pria paruh baya yaitu Direktur Rumah Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD