Ranti terdiam sesaat, lalu ia segera menatap ke arah Suster yang sedari tadi bersama dengan nya itu. Memohon bantuan berbicara akan kejadian kemarin sore antara diri nya dan Suster itu. Suster Herna sontak saja mengalihkan pandangan nya ke lain arah tak berani menatap balik ke arah Ranti yang kini terlihat sangat memohon bantuan dari nya itu. "Herna, tidakkah hati mu berteriak ingin membantu ku menjelaskan kesalah pahaman ini?" Ucap Ranti cepat dengan raut wajah kecewa nya itu. Namun Suster Herna hanya terdiam membisu tak mau berkata satu kalimat pun dari bibir nya yang kini tertutup dengan rapat itu. Suster ketua yang melihat itu pun bertepuk tangan nya dengan ria lalu tersenyum mengejek kembali ke arah Ranti. "Hentikan semua sandiwara mu ini, begitu membuat ku muak dan jijik! Kau seh

