Mulai Memelas Kami sampai rumahku pukul lima sore, seperti biasa, Rangga selalu menyongsong, memeluk dan meminta gendong padaku, hal ini merupakan dukungan dan mood booster terbaik untukku. "Aku pulang dulu ya, Rur. Jika ada perlu, langsung telepon saja, lusa aku akan kembali membantu. Selalu jadi wanita yang kuat Rur, agar tak diombang-ambingkan oleh keadaan. Rangga, tante pulang dulu ya...Assalamu'alaikum," ujar Delia sambil mencium pipi Rangga. "Iya, pasti. Semua kulakukan hanya untuk masa depan Rangga, Del. Kamu hati-hati ya...waalaikumsalam." Rangga melambia dengan senyum mengembang, kuciumi wajah putra kesayanganku itu. Mama berjuang untukmu, Nak. Semoga kelak kamu bisa menjadi pelindung untuk mama. Amiiin. Setelah membersihkan diri, aku mengajak Rangga bersiap melaksanakan sala

