Pertengkaran Di Telepon "Kok gitu sih, Pa? Kan aku lagi seneng-senengnya sama perhiasan baruku itu? Nggak boleh ah!" jawabku. "Ya sudah kalau gitu pinjam perhiasanmu yang lama saja, 'kan lumayan banyak itu. Atau pinjam mobilmu saja ya. Janji deh, bulan depan kuganti yang lebih bagus lagi." Mas Satrio masih saja terus berusaha merayuku. "Enggak...enggak! Jual saja punyamu Pa, kan banyak tuh, mobil, motor , tanah. Kenapa harus korbanin harta yang atas namaku?" "Jangan gitu dong, Ma. Kan yang kerja aku, dan semua itu aku yang belikan, jadi sah-sah aja kan jika kuminta kembali? Apa lagi, saat ini kan aku lagi kesusahan, masak sih kamu nggak mau membantu? Katanya mau jadi istri yang solehah?" Hemmm...seperti ini juga nih, kata-kata yang diucapkannya saat menyuruh menjual tanah warisanku un

