Hari yang dinanti-nantikan oleh Windy pun akhirnya datang juga. Ia akan pulang kembali ke rumahnya setelah sekian lama ia dirawat di rumah sakit besar di kota Padang itu. Kabar itu tentu membuat Windy bahagia. Tidak hanya windy saja, tapi juga anak-anaknya. Kini, Windy sudah siap berkemas. Semua barang-barang sudah dimasukkan ke dalam mobil. Ia akan kembali ke rumah Irfan karena rumah itu memang jauh lebih nyaman dibanding rumahnya sendiri yang saat ini ditempati oleh Dian dan Rian. “Sudah siap pulang, Umi?” tanya Rian. Windy yang kini duduk di kursi roda, mengangguk. “Windy, kamu serius ingin tinggal di rumah kamu? Nggak mau berubah pikiran’kah? Tinggal di rumah mama saja ya?” Santi masih berusaha membujuk Windy. Pasalnya ia sudah terlalu sayang pada Windy dan anak-anak Windy. “Ngga

