Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Beberapa orang tampak berjalan mendekati ruangan Windy. “Betul ini ruangannya?” tanya salah seorangnya. “Iya kayaknya. Katanya ruang VIP’kan? kayaknya memang ini deh,” jawab Vivi. “Tapi, Kak. Katanya’kan mantan suaminya kak Windy yang jagain kak Windy selama di rumah sakit ini. Gimana nanti kalau kita ketemu sama dia? Pasti nggak akan nyaman nanti kita tanya-tanya masalah bang Irfan sama kak Windy.” “Lagian, ngapain kita tanya-tanya masalah bang Irfan di sana? Kita datang ke sini untuk membesuk kak Windy. Untuk memberikan semangat kepadanya agar kak Windy bisa melewati semua ujian ini dengan baik. Bukan malah menambah beban pikirannya,” ucap Vivi. “Iya juga sih … Ya udahlah, kita ketuka saja. Nanti kita tanya, apakah kak Windy dirawat di sini a

