Masih Menunggu

1650 Words

Waktu sudah menunjukkan pukul satu malam. Ayah Ita terjaga dari tidurnya. Malam ini ia dan sang istri memutuskan untuk menginap di rumah Ita karena melihat kondisi sang anak sedang tidak baik-baik saja. Sang ayah berjalan menuju kamar Ita yang pintunya masih terbuka lebar. Ia tidak menemukan siapa pun di sana. Sang ayah pun mencari ke semua ruangan, tetap saja ia tidak menemukan Ita. Lalu pria paruh baya itu berjalan menuju taman belakang, ternyata Ita masih ada di sana, tertidur di kursi santai berukuran panjang. “Ita, bangun …,” ucap sang ayah. “Hhhmmm ….” Ita hanya membalas dengan gumaman. “Ita, ngapain kamu tidur di sini, ayo bangun. Pindah ke dalam kamar,” ucap sang ayah lagi. Ita pun terjaga, “Bang Irfan sudah datag, Yah?” tanya Ita. Sang ayah menggeleng, “Mungkin besok pagi. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD