“Ada apa saja, Bu?” tanya Putra. “Ada banyak, Pak. Ada lontong sayur, lontong pical, nasi goreng dan bubur juga ada.” “Minta tehnya dua, lontongnya dua sama bubur hitamnya satu. Terus ini ada apa lagi, Bu? Ada gorengan juga ya?” “Bakwan dan sala lauak, Pak.” “Hhmm … Bungkus bakwannya lima dan salanya sepuluh.” “Baik, Pak.” Sang paruh baya pun dengan cekatan membungkus semua pesanan Putra. “Semua totalnya tiga puluh delapan ribu, Pak,” ucap sang ibu seraya memberikan dua buah kantong kresek kepada Putra. Putra mengambil saelembar uang pecahan seratus ribu lalu memberikannya kepada paruh baya itu. Sang paruh baya menerima dan berniat mengambilkna kembalian uang untuk Putra. “Tidak usah, Bu. Tidak usah dikembalikan. Ambil saja kembaliannya untuk ibu,” ucap Putra. “Wah, jangan begitu

