Bab 54

1480 Words

“Rinai? Tante Harum?” batinnya sambil terus memperhatikan Rinai yang membantu Harum menutup gerbang rumahnya. Batin Tasya mendadak merasa panas menatap pintu gerbang tinggi yang sudah tertutup rapat itu. Dia masih terus memperhatikan dengan seksama halaman minimalis yang di dalamnya terparkir sebuah mobil mewah. “Si Rinai itu gak boleh merasa di atas angin, toh kalau nanti mau nikah tetap ‘kan harus minta ayah menjadi walinya?” gerutu Tasya. Dihentak-hentakkan kakinya ke tanah beralaskan batu hias putih itu, bibirnya mengerucut, sedangkan tangannya tetap sibuk dengan jemuran. Hatinya merutuki keberuntungan Rinai yang santer diberitakan semenjak Wira memposting kebersamaannya di sosial media. Terlebih kejadian lamaran kemarin yang langsung menjadi trending topik di dunia maya. Sebuah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD