TERBUKA

1557 Words

“Aku berjanji akan terbuka kepadanya, aku tidak ingin dia menjadi terluka padaku. Karena itu setiap pertanyaan yang terlontar dari mulutnya akan aku jawab dengan sejujur-jujurnya.” -Nash Gamma Sagitari- *** Nash bermain dengan Akhtar. Laki-laki itu baru selesai dengan shift nya di kafe dan langsung menuju rumah Siren karena dia sudah memiliki janji pada Akhtar. “Punya aku yang mana?” tanya Siren kepada Nash, dia menyentuh cup kopi yang Nash bawa. “Nash?!” “Jus alpukat,” jawab Nash. “Kau tidak boleh meminum kopi sementara ini.” “Apa?” Siren berdecak kesal, tetapi tetap saja dia mengucapkan terima kasih dan kembali naik ke atas kasurnya. “Kak! Kak di sana!” teriak Akhtar bersemangat, setelahnya laki-laki itu tertawa. “Kau payah sekali,” ledek Nash, dia sudah menang beberapa kali. “K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD