“Pertama kalinya aku merasakan getaran seperti ini dengan begitu cepatnya. Kami baru bertemu satu bulan lalu tetapi perkembangan perasaan ini jauh lebih cepat daripada dugaanku.” -Siren Vegakira- *** “Kenapa wajah Kakak memerah seperti itu?” tanya Akhtar, dia menikmati cemilan sambil menonton kartun kesukaannya. “Apaan?” decak Siren sewot, dia menendang pelan punggung adiknya yang duduk di bawahnya. “Orang wajah Kakak biasa-biasa saja, kok!” “Kok sewot?” Akhtar membalikkan badannya, menendang kaki Siren dengan kakinya. “Jujur saja, Kakak sama Kak Nash pasti melakukan sesuatu waktu aku tinggal berdua, ‘kan? Awas, lho kalau melewati batas.” “MELEWATI BATAS APA?!” Siren berteriak, dia bisa merasakan wajahnya memanas. Hauh, adiknya pasti sudah berpikir macam-macam karena reaksi wa

