Pidato Kepresidenan

1855 Words
“Kemana kita akan pergi?” Yahmar bertanya, ini pertama kalinya ia berbicara kembali pada Matt setelah pertikaian yang sempat terjadi di antara keduanya. Matt berdiri dari tempatnya dan memberikan layar virtual miliknya pada Yahmar. “Hafalkan saja ini! Kau akan berpidato di International State Exhibition dan setelah James serta Bima kembali kemari, kita harus segera pergi ke gedung The first defiance of Gravity.” Matt memberikan sebuah penjelasan singkat padanya sebelum akhirnya lelaki itu pergi untuk menghampiri Dokter Samuel dan Arial yang baru saja datang kedalam ruangan itu dengan membawa beberapa tas berisikan senjata dan kotak kesehatan. Matt membuka tas yang berisikan senjata dan mencari salah satu senjata yang ia inginkan, mereka semua hanya terdiam melihati sang ketua tim mengutak-atik isi tas tersebut. “Kami sudah mengkonfirmasi kepergian Yahmar menuju The first defiance of Gravity, dan mereka akan menyiapkan seluruh penjagaan dengan ketat.” James yang baru saja datang bersama dengan Bima, melaporkan bahwa tugas yang diberikan Matt pada mereka telah mereka lakukan. “Okay, kita berangkat sekarang! Ambil senjata kalian dan pakailah sesuatu yang bisa melindungi diri kalian!” Matt berucap dan bangkit dari posisinya dengan memegang sebuah Handgun bertuliskan LsMltf-01 yang tertulis dengan huruf kecil berwarna silver di sampingnya. Matt menghampiri Luis dan bertanya padanya mengenai senjata yang tengah ia genggam tersebut. “Apakah ini senjata rancanganmu?” Itulah yang Matt tanyakan terlebih dahulu, Luis yang sibuk dengan layar virtual miliknya itu pun berhenti untuk melihat senjata buatannya yang memang dirancang khusus untuk Organisasi W.A.E. Luis mengangguk sebagai jawabannya, kemudian ia menatap pada Matthew yang berdiri di sampingnya tersebut. “Ada apa?” Tanyanya karena merasa aneh ketika mendengar pertanyaan itu. “Aku akan menyuruh Yahmar untuk menyimpan ini sebagai jaga-jaga!” Ucapan Matt itu terdengar seperti sebuah permohonan izin pada Luis. Hal itu membuat lelaki dengan otak encer yang telah membuat banyak senjata itu pun tersenyum, “Jangan sungkan, pakailah semua senjata milikku. Aku sengaja merancangnya hanya untuk Organsisasi.” Ketika mendengar jawaban tersebut, Matt akhirnya mengangguk dan memberikan Handgun LsMltf-01 itu kepada Yahmar yang masih berdiri dan menghafal pidatonya. “Simpan ini dan gunakan di saat yang sangat genting! Rakyat tidak mungkin melihatmu memegang senjata, dan pastikan bahwa bajumu sudah ter set dengan anti peluru.” Setelah memberikan senjata tersebut, Matt kembali berjalan untuk mengambil senjata yang masih ada di dalam tas dan mengambil satu buah kotak kesehatan. “Aku akan menunjuk Arial dan Gantara sebagai Informastion System dalam tim ini! Ingat, apapun yang terjadi! Tetap sambungkan sambungan kalian pada mereka berdua!” Mereka mengangguk saat menggunakan mikro earphone milik mereka masing-masing. “Lalu bagaimana dengan pembagian timnya, Matt? Apakah kita semua akan berada di atas International State Exhibition?” Dokter Samuel bertanya, ketika ia belum mengerti dengan apa yang harus ia lakukan ketika Yahmar berpidato di depan masyarakat. “Aku akan membagi kalian semua menjadi beberapa tim, agar mereka tidak terlalu fokus kepada Organisasi W.A.E yang ada di atas nantinya.” Mereka menganguk mengiyakan dan menyetujui keputusan tersebut.   ‘Tok… Tok… Tok…’ Mereka semua menatap kearah pintu yang tertutup tersebut. “Ada apa?” Yahmar bertanya, kemudian orang di balik pintu tersebut mengatakan bahwa kendaraan miliknya telah di persiapkan. Maka mereka saling menatap dan mengangguk. “Kita berangkat sekarang! Ingatlah untuk fokus pada pidatomu Yahmar!” Yahmar mengangguk pada Matt yang mengingatkannya, kemudian mereka berdiri untuk membentuk sebuah lingkarang. Matt tidak meneriakan slogan mereka, ia justru menyuruh Luis untuk melakukannya. Maka Luis pun berteriak keras, “Show them!” “We Are Earth!” Mereka menjawab dengan serempak dan tidak kalah keras dari Luis. Karena ruangan tersebut di desain kedap suara sehingga sebesar apapun suara mereka, orang-orang tidak akan bisa mendengarkannya.   * LsMltf-01 adalah senjata berjenis Handgun rancangan Luis yang memiliki fungsi lebih dari senjata-senjata lainnya. Mltf sendiri mengartikan multi fungsi, sehingga senjata ini dapat disebut dengan senjata multifungsi. Fungsi yang ada pada senjata ini adalah, Shootgun biasa yang berisikan peluru timah, Electric Shoot yang dapat mengeluarkan tembakan listrik, Shoot Laser atau biasa disebut penembak laser yang dapat membelah beberapa benda, dan Shoot Minim Bom atau peluru peledak dengan ledakan kecil yang dapat di tembakkan dari senjata tesebut.   Seperti apa yang dikatakan oleh Matt, mereka menjalankan tugas masing-masing ketika mereka telah sampai di The first defiance of Gravity.Di tempat itu sudah banyak awak media yang datang dengan wartawan, disana juga ribuan bahkan ratusan ribu masyarakat telah mengerubuni wilayang tersebut untuk melihat keindahan pohon Samanea saman yang ada di dalam Tube of world life. “Jangan melupakan keselamatan kalian!” Matt berucap melalui mikro earphone yang sudah terhubung tersebut. “Oke!” “Always Kapt.” “Rogert That!” “You too!” Jawaban-jawaban tersebut yang Matt dapat dari para anggotanya, ia melirik pada Bima dan Rio yang ada di sampingnya. Kemudian ia mengambil nafas panjang sebelum akhirnya mereka keluar dari dalam mobil yang mereka kendarai tersebut untuk berbaur bersama ratusan ribu masyarakat yang hadir di sana. “Keep calm, Matt!” Ucapan dari dokter Samuel yang terhubung dengan mereka semua itu terdengar di telinga Matt. “Okay!” Itulah jawaban singkat yang Matt berikan. Samuel mengetahui kondisi kesehatan mental lelaki yang kini menjadi leader tim tersebut. Matt menderita kepanikan terhadap orang banyak, itulah adalah akibat yang disebabkan oleh pekerjaannya dulu di Perusahaan Eerste een itu.  James yang memang berdiri berdampingan dengan Dokter Samuel itu, melirik dan bertanya padanya. “Apakah ini akan baik-baik saja?” Sang Dokter terlihat menggelengkan kepalanya karena tidak yakin, ia tidak yakin apakah Matthew akan bertahan lama disana atau ia akan kembali merasakan serangan panik yang pernah ia alami.   “Ini tempat kita?” Arial bertanya pada Gantara ketika mereka telah sampai di salah satu gedung yang berada di samping gedung The first defiance of Gravity, memang mereka sengaja untuk mencari gedung terdekat dengan panggung International State Exhibition itu. Karena tugas mereka adalah memantau apa dan siapapun yang akan menghancurkan pidato Matt nantinya. “Benar!” Gantara menaruh tas besar miliknya yang ia bawa sedari tadi. Gedung tempat mereka berdiam saat ini tidak melampaui tingginya gedung The first defiance of Gravity, namun tidak lebih rendah dari gedung-gedung lainnya. Sehingga gedung mereka adalah gedung teringgi kedua di wilayah pusat kota Co. tersebut. “Ini sungguh menakjubkan! Lihatlah bagaimana orang-orang rela untuk berdesak-desakan hanya demi melihat Yahmar!” Arial berucap saat ia melihat banyaknya orang di bawah sana, bahkan di atas gedung-gedung itu pun telah di penuhi oleh masyarakat. Hanya gedung yang ditempati oleh mereka berdualah yang kosong, dan Arial mengerti seberapa kuatnya uang untuk mereka saat ini. “Kau salah Arial! Mereka kemari bukan hanya untuk melihat Yahmar, mereka kemari untuk melihat Tube of world life Samanea saman. Kau melupakan itu?” Arial melirik pada Gantara dengan tatapan seolah ia mengatakan, ‘Oh come on.’ kemudian ia tersenyum. “Sorry, I just human. I am forgot about that!” Arial mengucapkan hal tersebut seraya mengeluarkan senjata-senjata rakitan Luis dari dalam tasnya dan menyusun itu dengan rapi di hadapannya. “Hahaha, I’m just kidding Arial.” Gantara berucap menjelaskan agar Arial tidak salah paham, meski lelaki tersebut sudah mengetahui bahwa itu adalah sebuah candaan. “I know.” Keduanya tertawa ringan saat mereka menyusun semua peralatan yang harus mereka siapkan termasuk layar virtual yang harus selalu stand bye tersebut.   Rio berjalan memasuki kerumunan tersebut setelah ia, Bima dan Matt saling menyemangati satu sama lain dengan saling memberikan sebuah anggukkan. “Sebentar lagi kita akan mendengarkan pidato dari Presiden baru kita, Presiden Yahamar! Untuk waktu dan tempatnya kami persilahkan!” Luis, yang mengangkat mikrophone terlebih dahulu itu akhirnya mempersilahkan kepada Yahmar untuk memulai pidato perdana nya di hadapan masyarakat secara langsung. Rio mendongak untuk melihat kedatangan Yahmar yang diiringi tepukan tangan dan teriakan yang sangat menggema di wilayah tersebut. “Ksskkk… Rio, Fokus!” Rio kembali terfokus pada tugasnya ketika Arial menegurnya dari mikro earphone. Ia sedikit menggerutu mendapatkan teguran tersebut, sementara Arial hanya tersenyum puas setelah dirinya berhasil menegur Rio di dalam misi. Karena biasanya lelaki itulah yang lebih banyak menegur dirinya dari pada ia menegur lelaki tersebut. “Aku tidak menemukan kejanggalan sama sekali di wilayah ini, aku akan pergi lebih dalam untuk mengeceknya!” Rio meminta izin dari sang ketua agar dirinya bisa masuk jauh lebih dalam kedalam kerumunan tersebut. “Ksskkk… Affirmative!” Ketika Rio mendengar persetujuan dari Matt tersebut, ia kemudian berjalan untuk masuk lebih dalam ke kerumunan tersebut. Memang kerumunan itu tidak terlalu padat dan saling berhimpitan, tetapi cukup untuk membuat siapapun yang ingin maju kedepan sana kesusahan. “Ksskkk… Aku mendapati seseorang yang mencurigakan disini!” Rio dapat mendengar dengan jelas laporan yang di laporkan oleh Bima tersebut. Ia melirik kearah kanan dimana Bima bertugas di wilayah tersebut, memperhatikan satu persatu orang yang ada dalam kerumunan itu untuk menemukan orang yang telah Bima curigai. “Ksskkk… Baju hitam dengan kacamata bulat dan menggunakan earphone komunikasi, itu kan orang yang kau curigai, Bima?” Rio kembali mendengar Gantara bertanya pada Bima, memastikan bahwa orang yang tengah mereka perhatikan adalah orang yang sama dengan yang Bima curigai. “Ksskkk… Bukan, orang yang ku curigai adalah seorang wanita yang mengenakan jubah biru memakai topi hologram bulu merak. Dia membawa senjata sejenis handgun didalam tas tangannya.” Ucapan Bima tersebut membuat Rio menatap pada wanita yang mengenakan topi juga jubah biru yang tepat berada di sampingnya itu. “Ksskkk… Benar Rio! Kau tidak perlu berbicara, atau dia akan curiga!” Rio sebisa mungkin untuk tidak terlihat kaku dan bertingkah santai layaknya orang-orang lain disana. Tepukan tangan mulai menggema ketika Yahmar berdiri di atas mimbar dan memulai pidato yang diberikan Matt padanya sebelum ini. Rio tidak terlalu mendengarkan apa isi pidato yang Yahmar bacakan, karena saat ini ia hanya fokus pada wanita yang ada di sampingnya tersebut. “Ksskkk… Gawat! Dia mengeluarkan senjata!” Dar! Kejadian itu sangat singkat bagi Rio, ketika ia mendengar ucapan Arial dari mikro earphone miliknya itu, ia mengira bahwa wanita di sampingnya ini telah mengeluarkan senjatanya. Namun ternyata suara tembakan terdengar dari arah lain, suara itu terdengar dari samping kiri nya. Dimana disana Matt lah yang bertugas. “Matt!” Rio segera berlari ke arah suara tembakan sekencang yang ia bisa. Suara teriakan dan orang-orang yang berlari berlawanan arah di sisinya itu kembali mengingatkan dia pada kejadian saat dimana Bima meledakkan diri di sebuah apartemen. Rio terjatuh, nafasnya seketika memburu dan hatinya merasa cemas juga takut di saat yang bersamaan. Ia tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami trauma. Meskipun ia mengetahui bahwa Bima masih baik-baik saja, dan saat ini bukanlah saat yang sama. Tetapi jantungnya tidak berhenti berdetak dengan kencang, nafasnya tidak kembali ketenangan biasanya, ia juga merasa tangannya bergetar hebat. “Rio!” Kedua mata Rio membesar ketika ia mendengar suara Bima memanggilnya. Lelaki itu telah sampai di sampingnya dan membantu dirinya untuk berdiri. Namun Rio mengetahui bahwa ada hal yang lebih penting yang harus mereka tangani dapi pada dirinya. “Matt! Bantu saja dia, Bima!” Rio mengatakan itu dan menyuruh Bima untuk segera melihat keadaan Matthew. Bima menganggukan kepalanya, berlari ke arah depan untuk melihat keadaan Matt dan meninggalkan Rio yang berusaha menenangkan dirinya sendiri.  To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD