Chapter 9A. Nadia Angelica

1137 Words

POV NADIA Aku berjalan mengikuti kursi roda Lucio. Saat pintu kaca geser terbuka, udara dingin menusuk kulitku, tapi terasa juga hawa hangat yang menguar dari kolam renang yang ada di depan kami. Sungguh sebuah kemewahan yang tak terbayangkan olehku. "Ini ... indah sekali, Tuan," bisikku, berusaha sopan, sambil memeluk diri karena kedinginan. Lucio memarkir kursinya persis di tepi kolam. Ia menoleh sedikit, menatapku. "Ya, ini memang tempat yang bagus untuk menjernihkan pikiran." Kemudian, ia menambahkan kalimat itu. Kalimat yang membakar amarahuku. "Yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki masalah ekonomi, tentu saja." Dengung. Kepalaku terasa berdengung. Dia menatapku, matanya yang biru dingin seolah menertawakan ketidakberdayaanku — tentang segala aalasan meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD