Chapter 20. Lucio Devereux

1120 Words

POV LUCIO Pintu tertutup, ruangan kembali diselimuti keheningan yang dingin. Aku tidak tahu apakah aku lebih lega karena Nadia akhirnya pergi, atau lebih kesal karena dia akhirnya menemukan sesuatu tentangku. Aku bersandar di kursi roda, membiarkan tubuhku rileks sepenuhnya. Tanganku terangkat ke laci, menyentuh permukaan kayu tempat foto itu tersembunyi. Foto ibuku. Bingkai perak usang yang kusembunyikan di balik laporan keuangan setebal jurnal. Kenangan itu datang begitu saja. Menusuk, tajam, dan dingin. Seperti belati. Ibuku wanita yang sangat cantik, cerdas, tapi juga manipulatif. Aku ingat senyumnya setiap saat. Senyum yang penuh dengan kebohongan, pengkhianatan, dan rahasia. Aku berusia 10 tahun ketika Ayah membongkar kebusukan wanita itu. Ayahku, pria yang setia dan pandai me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD