"Ini ... Kenapa kita ke sini, Dad?" Selena menoleh ke sang suami yang baru saja mematikan mesin mobil. Raut kebingungan yang ditunjukkan membuat Dev merasa gemas. Bagaimana Selena tidak bingung? Jika Dev membawanya ke rumah sang papa yang sudah diambil hak miliknya secara curang. "Kenapa? Kamu gak suka kita ke rumah ini?" Dev membuka sabuk pengaman, masih berpura-pura tidak tahu apa-apa. "Ayo turun," ajaknya dengan nada bicara lembut. Ajakan Dev disambut dengan deheman oleh Selena. "A-aku gak mau. Aku lagi gak mau ketemu Mama," tolak Selena, dengan raut enggan. "kalo Daddy mau turun, silakan. Aku nunggu di sini aja," lanjutnya, memilih menghadap ke depan—mengabaikan suaminya yang tengah menatapnya keheranan. "Kamu yakin gak mau ikut turun?" Dev menahan senyum dengan sikap Selena yan

