Rumah sederhana peninggalan sang ayah kini benar-benar sudah menjadi miliknya. Berkat Dev semua itu takkan mungkin pernah bisa terwujud dan menjadi nyata. Selena merasa sangat bersyukur memiliki suami yang benar-benar membantu mewujudkan keinginannya satu persatu. "Makasih, Daddy ...." Kini, tanpa malu-malu lagi Selena menghambur ke pelukan sosok pria yang paling baik menurutnya. "Sama-sama, Selena. Daddy senang bisa liat kamu bahagia." Bak seorang ayah yang memberi pelukan kepada putrinya, Dev menepuk-nepuk lembut punggung sang istri yang nampak nyaman berada di pelukannya. "Daddy akan beri apa pun yang kamu mau." "Cukup, Dad. Ini semua udah cukup buat aku," ujar Selena, enggan menarik diri dari pelukan Dev. Sepasang maniknya sudah basah karena air mata haru. "Belum. Ini masih belum

