65~

1331 Words

Tok! Tok! "Masuk." Selena menatap ke arah pintu yang dibuka oleh Mbok Nung. Gadis itu tengah duduk bersandar di kepala ranjang, setelah beberapa saat yang lalu terbangun. "Non, sarapannya udah siap. Mau Mbok bawain ke sini aja?" Mbok Nung hanya berdiri di bibir pintu kamar Selena. "Aku makan di sana aja, Mbok." Raut Selena terlihat murung, karena saat terbangun Dev sudah tidak ada di sisinya. "Oh, ya, Mbok. Tadi Daddy berangkat jam berapa?" tanya Selena. "Tuan Dev tadi berangkat jam tujuh, Non." "Kok, aku gak dibangunin, sih?" Selena mencebikkan bibir. "Tuan Dev gak tega mau bangunin Non," kata Mbok Nung memberi penjelasan. "Tuan ninggalin pesan buat Non, hari ini gak boleh ke mana-mana. Nanti siang ada sopir yang jemput ke sini." "Sopir?" Kening dan alis Selena menyatu. "Iya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD