"Biar waktu yang menjawab."

1352 Words

"Mam! Mami!" Darwin melangkah tergesa, memasuki rumah milik kedua orang tuanya. Wajahnya terlihat geram bukan main, seakan-akan dia hendak menerkam semua orang yang ada di hadapan. Monica yang baru saja keluar dari kamarnya, bergegas menuruni anak tangga saat ketenangan rumahnya terusik dengan suara teriakan anak semata wayangnya. "Darwin? Kenapa kamu teriak-teriak, sih?" Manik Monica menyorot tak suka pada Darwin yang sudah berdiri di ujung anak tangga paling bawah. "Daddy mana, Mam?" Alih-alih menjawab, Darwin justru menanyakan keberadaan sang ayah yang tak terlihat di rumah. Wajahnya masih nampak mengeras. Monica berdecak. "Ditanya malah balik nanya," gerutunya, melintasi Darwin begitu saja, dan menuju ruang makan. Kening Darwin mengernyit melihat sikap ibunya. "Mam, aku nanya D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD