Chapter 138 : Damai yang Tak Sempurna

1327 Words

Setelah pagi yang begitu riuh dengan tawa Phoenix dan godaan-godaan manis yang mereka ciptakan bersama, rumah kecil di pinggiran Semarang itu kembali tenang. Miura merebahkan tubuhnya di sofa, bersandar pada lengan Yulianto yang hangat, sementara Phoenix sudah tertidur lelap setelah sesi mandi kedua dan menonton dua episode kartun kesukaannya. Kehangatan rumah itu seperti menarik selimut lembut di atas luka-luka dunia luar. “Rasanya pengen pause dunia sebentar aja, Lao Gong,” gumam Miura dengan mata setengah tertutup. Yulianto mengusap rambut Miura lembut. “Iya, kita juga manusia biasa, Lao Po. Kita bukan utusan langit, cuma dua orang yang kebetulan masih waras di dunia yang makin gaduh.” Miura mengangguk lemah. Matanya menatap ke luar jendela. Hujan gerimis mulai menari-nari di atas ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD