Chapter 139 : Dunia Tak Bisa Selamat Dalam Sehari

1261 Words

Mentari mulai tergelincir ke barat, menyisakan cahaya jingga keemasan yang menari di permukaan laut Karimunjawa. Di sebuah pondok kayu yang tak jauh dari bibir pantai, Miura, Yulianto, dan Phoenix menikmati sore mereka dengan langkah pelan yang mereka sepakati sejak pagi—istirahat dari dunia, menepi dari hiruk pikuk perdamaian, dan menyusun ulang napas yang sempat tersengal karena perjuangan yang tak henti-henti. "Mama, besok kita bisa bikin istana pasir?" tanya Phoenix, sambil mencocol keripik singkong ke dalam saus sambal khas Jepara yang pedasnya membuat Miura meringis. "Bisa banget, Nak. Tapi jangan pakai saus sambal itu ya, nanti perutmu menari-nari semalaman," jawab Miura sambil mengecup kening Phoenix, yang langsung tergelak geli. Yulianto hanya mengangguk pelan dari kursi malas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD