Sejak malam sampai menjelang , hampir semua tayangan televisi dikuasai tayangan tentang event di Swiss ini. Terlebih saat keluarga Miura turun dari panggung, riuh tepuk tangan belum mereda. Sorotan kamera dari berbagai penjuru dunia menyorot senyumnya yang polos, kata-katanya yang sederhana namun menyentuh. Tidak sedikit komentator televisi internasional yang terdiam beberapa detik sebelum melanjutkan siaran, berusaha menahan haru. Di balik layar, Miura merangkul anaknya erat, membisikkan, “Kamu hebat, Nak. Dunia mencintai kata-katamu.” Yulianto, tak kuat menahan haru, hanya mengusap kepala Phoenix, “Papa bangga, nak. Sangat bangga.” Suasana gathering berubah menjadi malam yang penuh kehangatan. Tak ada musik keras, tak ada dentuman kembang api. Yang ada hanya gelak tawa, senyuman yang

