Chapter 120 : Surat Cinta Dari Revolusi Hati

1682 Words

Malam itu di sebuah kamar hotel hangat di Beijing, lampu kamar hanya menyisakan cahaya temaram dari sisi ranjang. Phoenix telah terlelap di pelukan Miura sebelum akhirnya berpindah ke box tempat tidur kecil di samping ranjang utama. Miura dan Yulianto duduk bersisian di tempat tidur, masing-masing dengan laptop di pangkuan mereka. Tak ada suara selain denting lembut dari keyboard dan desiran pendingin udara. Kotak masuk email mereka telah penuh sejak kemunculan tayangan dokumenter pendek tentang "The Phoenix Family" beberapa hari lalu. Email dari berbagai negara: Iran, Israel, Palestina, Belanda, Ukraina, bahkan Rusia. Satu demi satu dibuka dan dibaca dengan penuh perhatian. Ada harapan yang menyala dari setiap kata yang diketik, ada luka yang meminta dipeluk. "Aku jawab yang dari Gaza d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD