Bab 25 : Di Ujung Benua, Di Awal Harapan

1252 Words

Persiapan keberangkatan Malda Miura ke Australia dimulai sejak matahari belum terbit sempurna. Semarang masih diselimuti kabut tipis, namun semangat Miura menembus udara pagi dengan langkah ringan, hampir seperti ia sudah melangkah ke Sydney. Barang-barang sudah dikemas, pelatih memberi briefing terakhir, dan pihak federasi Asia terus mengirimkan informasi teknis serta jadwal kedatangan. Namun di balik euforia itu, ada riak kecil di tubuh PASI. Dualisme mulai terasa. Beberapa petinggi senior PASI menganggap keputusan Miura sebagai bentuk pembangkangan. "Bagaimanapun dia bagian dari kontingen nasional," kata salah satu pengurus dalam wawancara. Tapi suara berbeda juga bermunculan. "Justru dia menunjukkan kedewasaan. Dia ingin membawa nama Asia, dan itu akan mengharumkan Indonesia juga," b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD