Chapter 157 : Janji Di Gerbang Perpisahan

1878 Words

Pagi di Semarang terasa berbeda. Udara masih sejuk, matahari baru memanjat pelan di balik awan tipis, tapi rumah keluarga Atmaja sudah penuh aroma wangi teh melati yang menguar dari dapur. Miura duduk di meja makan dengan rambut tergerai, mengenakan sweater tipis warna krem. Kopi di cangkirnya masih mengepulkan asap, namun tatapannya kosong, terpaku pada koper besar di sudut ruangan. “Pagi ini cepat banget datangnya, ya?” suara Yulianto memecah lamunannya. Pria itu baru saja keluar dari kamar, mengenakan kaus putih dan celana training abu-abu, rambutnya sedikit berantakan. Ia duduk di kursi seberang Miura sambil menuang teh ke gelas. Miura tersenyum tipis. “Rasanya belum siap, Lao Gong. Tapi harus berangkat.” “Kamu selalu siap,sayang. Kalau kamu nunggu ‘siap’, kamu nggak akan pernah per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD