Chapter 151 : Metode RahasiaYulianto

1240 Words

Pagi itu rumah keluarga kecil itu masih hangat oleh aroma kopi dan roti panggang. Phoenix, yang sudah rapi dengan kaos latihan kecilnya, berlarian di ruang tamu sambil memanggil-manggil ayah dan ibunya. “Papa, Mama, ayo cepat! Hari ini kan hari penting buat Mama!” serunya sambil mengacungkan kedua tangannya, seperti menyemangati dari tribun stadion. Miura menatap putranya sambil tersenyum, lalu melirik Yulianto yang sedang mengikat tali sepatu di dekat pintu. “Dia lebih semangat dari aku, Lao Gong.” Yulianto hanya terkekeh. “Ya jelas. Dia kan kapten tim sorak kita.” Phoenix langsung berdiri tegap, meniru gaya hormat seorang prajurit. “Phoenix siap, Mama!” Miura tak kuasa menahan tawa, lalu menunduk mencium pipinya. “Terima kasih, kapten.” Pagi ini Yulianto tidak memberitahu Miura ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD