Griya menyesal telah menyetujui perkataan Andrean. Dipikirnya ia melayani Andrean dengan berhubungan intim layaknya suami istri kebanyakan. Nyatanya, tidak! "Andrean!" panggil Griya dengan wajah memohon agar dilepaskan, kedua tangannya terikat di sudut-sudut ranjang, sementara Pria itu duduk manis di sofa besar dengan dua pria berbadan besar di samping kanan kirinya. "Kau belum benar-benar mengenalku Griya, aku tidak akan mengampuni orang-orang yang telah mempermainkan ku. Kuakui, kau dulu sangat hebat menipuku dan aku terlalu percaya padamu karena cinta." Andrean tersenyum miring. "Sekarang tidak lagi. Tidak untuk kesekian kalinya aku bisa dibohongi wanita seperti dirimu. Kau harus tahu satu hal, Andrean yang mencintaimu, sudah Mati." "Andrean," gumam Griya dengan tatapan tidak percaya

