Empat Puluh Empat

1480 Words

Marcel dan Marsha dalam perjalanan pulang. Dan selama itu keduanya saling diam. Tak ada pembicaraan apapun diantara mereka. Hati Marsha bergejolak. Menyuarakan banyak pertanyaan. Ia gelisah akan tingkah Marcel yang tak biasanya. Tak senang kah pria itu dengan keputusannya? Bukankah harusnya senang setelah sekian lama digantung tanpa kepastian? "Jangan memandangiku begitu. Nantinya aku tidak bisa move on darimu." Dahi Marsha mengernyit, spontan sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari bibirnya. "Move on untuk apa?" Marcel menggidikkan bahunya, ia sama sekali tak menoleh kearah Marsha, hanya lirikan matanya saja yang bekerja. "Tentu saja darimu. Ternyata penantianku harus berakhir sia-sia," ujar Marcel lalu menghela nafas panjang. Sedangkan Marsha mengukir sebuah senyuman yang mampu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD