Tiada hal terindah bagi Marcel selain hari ini. Setelah penantiannya selama bertahun- tahun, akhirnya ia bisa mencapai titik ini. Titik di mana ia akan menjadi raja sehari. "Sudah puas mengagumi dirimu sendiri, Tuan Marcel." Mendengar suara dari arah belakang, Marcel terkekeh ia bisa melihat siapa yang datang melalui cermin yang sama dimana ia merapikan penampilannya, "Aku bahagia, Yo." "Tentu saja, semua orang yang melihatmu. Pasti berpikiran sama." Marcel melempar senyum, sesekali ia merapikan rambutnya dengan pomade. "Akhirnya kau menikahi wanita keretamu ya. Bagus. Jadi aku tak perlu meladeni kegalauanmu karena terus menerus di tolak." Mendadak Marcel menghentikan gerakannya. Ia menoleh dan memandang Rio dengan pandangan tak biasa membuat yang dipandang mengernyitkan dahinya. I

