Empat Puluh Enam

1108 Words

Memandang kanan dan kiri. Anak dan istri berdiri di kedua sisi tubuhnya. Sempurna. Mimpinya menjadi nyata. Dulu ia sempat bertanya, pada seorang wanita di balkon apartemen di lantai 7 di Sore hari sambil menikmati secangkir teh dan setoples kue kering. "Banyak wanita memiliki pernikahan impian mereka sendiri, tak heran begitu ribetnya mereka mengurus pernikahan. Semua harus detail dimulai dari hal kecil sampai ke hal besar. Bagaimana menurutmu?" Wanita itu mengerutkan dahinya. "Kau akan menikah? Lagi membicarakan calon istri nih ceritanya?" "Tidak. Hanya saja aku ingin tahu pernikahan seperti apa yang kau inginkan?" tanyanya gugup, lebih ke agak berhati-hati sih, takut menyinggung. Tidak ada jawaban dari sang wanita, wanita itu hanya diam dan menatap teh dalam cangkir. Membuatnya tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD